GPS? GBS dulu..

Salah satu program zaman Ridwan Kamil di bandung adalah GPS (Gerakan Pungut Sampah – fb twitter link1). Masyarakat Kota Bandung (baca: sekolah, kelurahan, kecamatan dsb) digerakkan untuk memungut sampah. Biasanya setiap Senin, Rabu atau Jumat.

Bagus sih, supaya lingkungan bersih.. Tapi.. Mengapa sampah masih saja cukup banyak di mana-mana?

Cukup berhenti sejenak di jalan manapun di Kota Bandung tercinta kita ini, amati sekeliling. Tidak perlu keberuntungan untuk dapat melihat kejadian-kejadian seperti ini:

  • Pengendara motor, membuang rokok begitu saja
  • Anak sekolah, membuang bungkus plastik makanan/minuman
  • Ibu-ibu yang baru keluar dari minimarket, membuang tas plastik di depan minimarket
  • Sopir angkot, melempar begitu saja botol plastik air mineral kosong
  • Sampai mobil sedan mewah yang jendelanya turun sedikit, kemudian tertutup lagi setelah keluarnya bungkus permen

Ternyata yang terjadi, ketika sebagian (kecil) masyarakat melakukan GPS, ternyata masyarakat lainnya tetap membuang sampah sembarangan. Bahkan sebagian yang membuang sampah sembarangan adalah anak sekolah yang juga melakukan GPS secara berkala.

Karena itu, ayo kita galakkan GBS (Gerakan Buang Sampah pada tempatnya) dulu. Kalau GPS yang melaksanakan adalah relawan, untuk GBS, seluruh masyarakat harus memahaminya, dan melakukannya.

..bersambung ke post selanjutnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s