balas dendam

Barusan aku nonton ‘Raining Cats and Frogs’, sebuah film kartun perancis karya Jacques-Remy Girerd, dengan cerita bertemakan seputar Banjir Besar dan Bahtera Nuh. Pesan yang kutangkap dari film ini adalah tentang hidup dalam keberagaman dan masalah balas dendam.

Diceritakan dalam film ini sekelompok binatang karnivora yang tidak puas atas ransum makan yang hanya kentang dihasut oleh seekor kura-kura untuk melawan, mengambil alih kepemimpinan dan kemudian dapat memakan para ayam. Kura-kura menghasut mereka karena dia dendam kepada manusia, dan akan membalas dendam dengan memanfaatkan kesempatan pada Banjir ini. Dia juga menghasut para buaya yang bebas berkeliaran dengan memfitnah bahwa kapal itulah yang mencuri telur-telur buaya-buaya tersebut. Ia ingin membalas dendam dengan menghabisi para manusia.

Belakangan, ulah kura-kura akhirnya tidak dapat terlaksana, dan semua binatang yang ada marah kepadanya, akan melampiaskan kemarahan serta membalas ulah kura-kura dengan menyuruh para buaya memakannya. Ferdinand, tokoh utama dalam film ini datang dan menyuruh mereka semua berhenti. Ia berkata, ‘tidak ada hal yang dapat membenarkan balas dendam!’

Maaf kalau cara berceritaku kurang bagus, sehingga tidak terbayang adegan film tersebut, hehe..

Aku teringat kisah pada zaman Nabi, dalam sebuah perang (aku lupa perang apa), Sayyidina Ali Bin Abi Thalib memojokkan seorang kafir Quraisy. Ia akan menebaskan pedangnya secara mematikan, ketika orang tersebut meludahi wajah Sayyidina Ali. Sayyidina Ali urung menebaskan pedangnya, dan meninggalkan orang tersebut. Penasaran, orang tersebut bertanya, “Wahai Ali, mengapa engkau tidak jadi membunuhku?”. “Jika aku meneruskan tebaskan pedangku, aku membunuhmu bukan karena Allah semata, tetapi bercampur dengan perasaan pribadiku”, jawab Sayyidina Ali.

Kira-kira begitu kisahnya, mungkin tidak persis seperti itu sih. Eh? Kelihatannya tidak 100% nyambung dengan apa yang kulihat di film itu ya?🙂 ..

Anyway, ada yang punya film itu nggak? DVDku rusak di bagian belakangnya, pas hampir tamat filmnya. Aku jadi tidak tahu bagaimana ending film ini… Pinjem dong, kalo ada…

3 thoughts on “balas dendam

  1. Rayyan Sugangga 24 Desember 2007 / 20:23

    Halah. Awal-awal baca posting ini tadinya mau ngopi film-nya ternyata bagian akhirnya rusak😦

  2. raddtuww tebbu 2 Januari 2008 / 12:51

    Ali.. udah dapet pinjeman film nya?? ikut pinjem yaw*😀

  3. Lex dePraxis 16 September 2010 / 2:29

    Hmmm, tulisan yang menarik. Terima kasih ya telah berbagi.

    Kebetulan saya juga barusan menulis topik serupa tentang membalas dendam. Cek saja entri saya yang berjudul Balas Dendam Itu Manis? Saya pikir bisa jadi referensi silang yang menambah pengetahuan kita bersama.

    Untuk sementara sekian aja dulu. Salam kenal, dan sampai jumpa lagi nanti.

    Lex dePraxis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s