punclut

Tadi pagi (sabtu, 27 januari 2007) aku males lari pagi di sabuga. Kualihkan saja olahragaku jadi jalan ke punclut, lewat ciumbuleuit. Naik angkot st.hall-ciumbuleuit sampai mentok. Terus jalan naik ke atas kira-kira 40 menit. Terus makan. Hmm enak juga ayam bakarnya plus gudeg tadi malam yang tersisa yang kubawa..

Yang mau kubahas disini bukan jalan-jalannya, tapi mengenai kerusakan lingkungan punclut. Dari tempatku makan terlihat pemandangan seperti ini (klik untuk memperbesar)
kerusakan punclut
Bukit yang terlihat di latar belakang adalah bukit dago, daerah dekat terminal dago. Sedangkan yang berada di latar depan adalah bukit yang masih termasuk wilayah punclut, tapi sudah terlihat gundul dan ada jalan. Uuuuh benar-benar merusak pemandangan!

Awalnya kukira itu adalah jalan dago-lembang / punclut-lembang, karena sebelumnya ada pemberitaan di media massa mengenai jalan punclut-lembang yang banyak ditentang. Ternyata, bukan seperti yang kukira.

Setelah makan, aku iseng tanya ke orang, ‘pak, kalau dari sini bisa ke dago nggak?’. Aku males lewat jalan yang sama ke ciumbuleuit, toh aku mau ke kosan teman di bilangan cisitu. Ditunjuklah sebuah jalan yang melewati rumah penduduk, waw, asyik juga, turun melalui rumah penduduk yang terletak di lereng bukit, terus naik lagi di bukit satunya. Sampailah kita di bukit yang terlihat gundul tadi.

Ternyata, itu bukanlah jalan menuju lembang. Eh, mungkin saja jalannya ada yang menuju lembang. Tapi bukan hanya itu. Bukit tersebut tengah dibuka untuk menjadi lahan perumahan baru. Perumahan. Ya. Di Bandung Utara. Tempat resapan air, tempat konservasi air, tempat cadangan air Kota Bandung.

punclut2punclut3pubclut3punclut4

Jadilah perjalanan pulangku lebih capai daripada perjalanan pergiku. Pertama capek fisik karena naik turun bukit (satu kali lagi turun naik bukit, ketika aku turun bukit tersebut dan menaiki bukit dago, ke simpang dago). Yang kedua capek di dalam, hati terasa diiris-iris melihat kerusakan alam yang terjadi.

4 thoughts on “punclut

  1. Rizma 28 Januari 2007 / 7:30

    Li, ternyata suka jalan jalan n olahraga juga,, ma sekarang jarang jalan kemana2, jarang olahraga,, hahaha,, mo jadi apa nihh,,

  2. Mpu Ekow 1 Februari 2007 / 14:04

    loh, gudeg sisa semalem dibawa juga.. parah kau.. apa gak basi tuh.. =))
    gw ga tanggung kalo ntar sakit perut deh.. =)) Niat juga olahraga sambil bawa kamerašŸ˜€ kapan2 jalan2 bareng dong, eike juga butuh olahraga nih.. biar hilang lemak tubuh ini =D

  3. apaan 1 Februari 2007 / 15:04

    nanananana….. kalo basi gapapa ‘kan?? paling sakit perut.. :p.. biarin aja deh..

    oke.. kapan mau jalan-jalan?? aku dah pernah jalan dari dago pakar – lembang, ciumbuleuit-punclut-dago, jatinangor-?? (mana ya? yang jelas gunung).. semuanya sekalian olah raga jalan manjat gunung.. apa sih istilahnya? hiking??

  4. Arie 28 Februari 2007 / 12:13

    Wah.. kok Bandung utara semua sih!
    Cobain deh Puntang, Cililin, Curug Cimahi, atw cuma mejeng di Kawah Putih & Ciwalini pun ok..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s