blitz megaplex

Maghrib tadi aku nonton di blitzmegaplex (http://www.bitzmegaplex.com) Sukajadi, Bandung. Zaky kemarin pesen, mau nonton Eragon, katanya. Oke, jadinya hari ini nonton Eragon, sekalian nyobain yang namanya blitzmegaplex. Oke, dari websitenya, Eragon main jam 18.45 ama jam 21.00 (selain jam-jam lainnya, tentunya, tapi itu tidak penting.), jam 18.45 deh. Jam 17.30 aku ajak Zaky pergi, Titim juga mau ikut pergi. Ealah, dua-duanya belum mandi!. Yasu.. ditunggu.. Jam 18 baru berangkat dari rumah. Tapi entah gimana bisa nyampe sana jam 18.30.

First impression: Ramai. Banyak orang di sana. Bukan suatu masalah, bukan pula suatu kelebihan yang benar-benar berarti. Tapi, ketika melangkah lebih jauh, desain ruang tunggu, loket pembelian karcis, tempat jual makanan, dsb.. hmm.. ‘asik.’.

blitz megaplex
(diambil dari http://www.blitzmegaplex.com)

Di mana ya bisa beli tiket? Oh, diujung sana terlihat ada layar-layar monitor berjajar dengan sederet mbak-mbak di belakangnya. Ke situ deh.. Benar, ternyata itu adalah loket penjualan tiket. Karena biasanya nonton di bioskop 21 yang loketnya ‘seram’, tertutup kaca bolong-bolong, setiap loket untuk satu filem, dsb. Di blitz, tiba-tiba disuguhi sebentuk layar, dengan petugas di sebelah sana, terlihat, ga ada kaca penghalang. Loketnya loket bebas, mau nonton film apa, terserah di loket yang mana. Antriannya pun satu, dan pendek.

Oke duduk di situ, canggung juga pertama kalinya beli semacem ini. Mau nonton apa? Eragon. Untuk? 3 orang. Sisa kursi yang ada di depan, di baris A, nggak apa-apa? Oke. Di sebelah sini? di mana? itu loh yang warna kuning, di layar. Aku baru sadar di layar dihadapanku muncul konfigurasi tempat duduk untuk Film Eragon, dan terlihat 3 kursi di deret paling depan berwarna kuning. oke. 3 x 25 ribu = 75 ribu.

Bagian ketemu temen, beli makanan tidak usah di bahas.

Dapet tiketnya, di nomer 1, lantai atas. Di lantai atas ada lagi tempat penjual makanan, tempat duduk2, toilet, dan yang spesial: tempat denger-beli lagu. Nanti deh, setelah nonton Eragon, pikirku. Masuk deh ke dalam. Wow, gede yaa.. Empuk tempat duduknya, ga bermasalah pula.. (Jadi ingat dulu nyobain nonton di Ciwalk21, tempat duduknya masalah, padahal masih baru.. ‘mleot’, jadi sepanjang film berjalan aku hampir terjatuh).

Cukup kali’ yaa first-impressionku tentang blitz megaplex..

3 thoughts on “blitz megaplex

  1. adhie 30 April 2007 / 16:37

    beuh..itu mah bioskop bener2 manjain gw ma bini,keren.
    gw kira gruop cineplex aja yg bisa ..ternyata
    its incrdible place bt para maniac film.
    cuma ticketnya sayang bro..engga bisa dijadiin souvenir..hihi
    wah wah dah deh spechless gw bt nyeritainnya saking UDIK kali yee?

  2. Ping-balik: Jakarta's byte bite
  3. lulu 23 September 2007 / 14:19

    blitz..yang keren banget tuh interiornya, apalagi yang di grand indonesia, manteppp.. something new for interior theater in indonesia..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s